terencana.id
Tamu
?

Panduan istilah KPR

Istilah penting yang perlu kamu pahami sebelum ambil KPR

Yang kamu isi di kalkulatorArti hasil simulasiBiaya tambahan di luar harga rumah

Nggak semua orang familiar dengan istilah KPR. Halaman ini membantu menjelaskan arti istilah yang sering muncul di simulasi, dengan bahasa yang lebih mudah dipahami.

Fokus utama: cicilan bulanan, bunga, dan biaya awal yang perlu disiapkan.

InputYang kamu isi di kalkulator
Harga rumah

Harga jual properti yang ingin kamu beli, biasanya belum termasuk pajak dan biaya proses KPR.

KENAPA PENTING Harga rumah menentukan besar pinjaman, DP, dan cicilan bulanan.
Contoh: Rumah Rp 800 juta dengan DP 20% berarti pinjaman sekitar Rp 640 juta.
Uang muka (DP)Penting

Uang yang kamu bayar di awal saat membeli rumah, sebelum pinjaman dimulai.

KENAPA PENTING Semakin besar DP, semakin ringan pinjaman dan cicilan bulanan. Bank umumnya mensyaratkan DP minimum 10–20%.
Contoh: DP 20% dari rumah Rp 800 juta berarti Rp 160 juta dibayar di awal.
Penghasilan bersih

Penghasilan yang benar-benar tersedia tiap bulan setelah potongan pajak dan iuran rutin.

KENAPA PENTING Bank menggunakan angka ini untuk menilai apakah cicilan KPR masih aman untuk kondisi keuanganmu. Jangan pakai penghasilan kotor.
Contoh: Gaji Rp 20 juta, setelah potongan BPJS dan pajak, penghasilan bersih misalnya Rp 17 juta.
Cicilan lainPenting

Semua cicilan yang sudah kamu bayar tiap bulan — cicilan mobil, KTA, kartu kredit, paylater.

KENAPA PENTING Makin besar cicilan lain, makin kecil ruang untuk cicilan KPR. Bank memperhitungkan semua ini saat menilai pengajuanmu.
Contoh: Kalau sudah ada cicilan mobil Rp 3 juta per bulan, kemampuan ambil KPR ikut berkurang.
Bunga fixedPenting

Bunga tetap yang tidak berubah selama periode tertentu di awal KPR, biasanya lebih rendah sebagai promosi bank.

KENAPA PENTING Selama masa ini cicilan lebih stabil dan mudah diprediksi — cicilan tidak naik meski kondisi pasar berubah.
Contoh: Bunga fixed 7,5% selama 3 tahun berarti bunga tidak berubah di 3 tahun pertama.
Masa bunga fixed

Lama waktu bunga tetap berlaku di awal masa KPR — biasanya 1, 2, 3, atau 5 tahun.

KENAPA PENTING Setelah masa ini selesai, bunga berubah mengikuti bunga floating yang biasanya lebih tinggi.
Contoh: Masa fixed 3 tahun berarti cicilan stabil di tahun 1–3, lalu berubah setelahnya.
Bunga floatingPenting

Bunga setelah masa fixed selesai, yang bisa naik atau turun mengikuti kebijakan bank dan kondisi pasar.

KENAPA PENTING Inilah bunga jangka panjang yang sesungguhnya — saat bunga naik, cicilan bulanan ikut naik. Ini yang paling perlu disiapkan.
Contoh: Bunga floating saat ini berkisar 10–13% di kebanyakan bank Indonesia.
TenorPenting

Lama waktu pinjaman, misalnya 10, 15, atau 20 tahun.

KENAPA PENTING Tenor lebih panjang = cicilan bulanan lebih ringan, tapi total bunga yang dibayar jauh lebih besar.
Contoh: Pinjaman Rp 640 juta, bunga 10,75%, tenor 15 tahun: cicilan sekitar Rp 7,2 juta/bulan.
HasilArti hasil simulasi
Rasio cicilan terhadap penghasilan (DSR)Penting

Persentase penghasilan bulanan yang terpakai untuk membayar cicilan — KPR ditambah cicilan lain.

KENAPA PENTING Ini indikator utama keterjangkauan: ≤25% aman, 25–35% cukup berat, >35% biasanya ditolak bank.
Contoh: Cicilan total Rp 5 juta dari penghasilan bersih Rp 20 juta = rasio 25% (batas aman).
Total bunga

Total biaya bunga yang kamu bayarkan ke bank selama masa pinjaman, di luar pokok.

KENAPA PENTING Meskipun cicilan bulanan terlihat ringan, total bunga bisa sangat besar — bisa mencapai 60–80% dari nilai rumah.
Contoh: Pinjaman Rp 640 juta, tenor 20 tahun: total bunga bisa mencapai Rp 500–700 juta.
Total bayar

Jumlah total uang yang keluar sampai KPR lunas — pokok pinjaman ditambah seluruh bunga.

KENAPA PENTING Ini membantu kamu melihat berapa sebenarnya biaya nyata membeli rumah lewat KPR dalam jangka panjang.
Contoh: Pinjaman Rp 640 juta + total bunga Rp 580 juta = total bayar Rp 1,22 miliar.
BiayaBiaya tambahan di luar harga rumah
PPNPenting

Pajak yang dikenakan saat membeli rumah baru dari developer. Properti bekas umumnya tidak kena PPN.

KENAPA PENTING Biaya ini cukup besar dan perlu disiapkan di luar DP — sering mengejutkan pembeli yang tidak memperhitungkannya.
Contoh: Rumah Rp 800 juta dari developer: PPN sekitar Rp 88 juta, dibayar saat KPR cair.
BPHTBPenting

Pajak atas perolehan hak atas tanah dan bangunan — dibayar pembeli saat balik nama sertifikat.

KENAPA PENTING Salah satu biaya transaksi yang cukup besar dan sering lupa diperhitungkan saat merencanakan dana awal.
Contoh: Rumah Rp 800 juta: BPHTB = 5% × (Rp 800 juta − Rp 60 juta) = Rp 37 juta.
Biaya notarisPenting

Biaya pengurusan dokumen dan proses legal saat jual beli rumah dan akad KPR.

KENAPA PENTING Walau bukan bagian dari harga rumah, biaya ini wajib ada dan tidak bisa dilewati saat proses pembelian.
Contoh: Rumah Rp 800 juta: biaya notaris biasanya sekitar Rp 8 juta.
Provisi bankPenting

Biaya administrasi yang dikenakan bank saat KPR disetujui dan dicairkan — biasanya 1% dari nilai pinjaman.

KENAPA PENTING Sering terlupakan saat menghitung dana awal, padahal ini perlu dibayar saat akad kredit.
Contoh: Pinjaman Rp 640 juta: provisi bank sekitar Rp 6,4 juta.
Catatan dari Perencana Keuangan kami
Banyak orang fokus ke angka cicilan bulanan, tapi lupa menyiapkan biaya awal seperti PPN, BPHTB, notaris, dan provisi bank. Dalam banyak kasus, biaya tambahan ini bisa mencapai 15–20% dari harga rumah dan perlu disiapkan di luar DP — pastikan semua sudah masuk hitunganmu sebelum tanda tangan akad.

Sudah paham istilahnya? Lanjut cek simulasi KPR kamu.

Kembali ke kalkulator KPR