12 Januari 20263 menit bacaterencana.id

Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak: Lebih Penting dari yang Banyak Orang Kira

Biaya pendidikan bukan mahal karena sekolahnya, tapi karena waktunya panjang dan sering diremehkan.

Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak: Lebih Penting dari yang Banyak Orang Kira

Saat berbicara soal punya anak, kebanyakan orang lebih dulu membahas kesiapan mental, waktu, dan tenaga. Pembahasan soal uang sering menyusul belakangan, atau bahkan dihindari karena terasa menakutkan. Padahal, dari semua tujuan keuangan jangka panjang, pendidikan anak adalah salah satu yang paling pasti akan terjadi.

Masalahnya bukan karena orang tua tidak peduli. Justru karena terlalu peduli, banyak yang memilih untuk tidak memikirkannya dulu.

Biaya pendidikan terasa jauh, padahal waktunya berjalan terus

Saat anak masih bayi, biaya sekolah terasa seperti sesuatu yang masih sangat jauh. TK mungkin masih beberapa tahun lagi, SD apalagi. Tapi justru karena terasa jauh inilah, banyak orang tua menunda persiapan.

Yang sering dilupakan adalah waktu berjalan tanpa menunggu kesiapan kita. Ketika anak masuk sekolah, biaya datang bukan sebagai satu angka besar, tapi sebagai rangkaian pengeluaran rutin yang terus naik setiap tahun.

Masalah utamanya bukan nominal, tapi akumulasi

Banyak orang kaget saat melihat angka total biaya pendidikan anak. Padahal, kejutan itu muncul karena biaya sering dilihat secara terpisah, bukan sebagai satu rangkaian panjang.

Secara sederhana, biaya pendidikan anak biasanya terdiri dari:

  • uang pangkal di awal jenjang,
  • biaya bulanan atau tahunan,
  • dan kenaikan biaya dari waktu ke waktu.

Misalnya, jika biaya sekolah rata-rata Rp1,5 juta per bulan hari ini, dengan asumsi kenaikan 8% per tahun, angka itu bisa menjadi dua kali lipat dalam 9–10 tahun. Tanpa persiapan, kenaikan ini terasa seperti “tiba-tiba mahal”, padahal sebenarnya bisa diprediksi.

Semakin dini mulai, semakin ringan bebannya

Perbedaan besar dalam dana pendidikan bukan di jenis sekolah, tapi di kapan mulai menyiapkan. Orang tua yang mulai sejak anak masih kecil biasanya tidak perlu menabung dalam jumlah besar setiap bulan. Sebaliknya, yang baru mulai ketika anak sudah mendekati usia sekolah akan merasakan beban yang jauh lebih berat.

Sebagai ilustrasi kasar:

  • menyiapkan Rp150 juta dalam 15 tahun jauh lebih ringan dibanding menyiapkannya dalam 5 tahun,
  • karena waktu memberi ruang untuk konsistensi dan pertumbuhan dana.

Di sinilah waktu bekerja sebagai sekutu, bukan musuh.

Dana pendidikan sebaiknya dipisahkan secara mental dan sistem

Salah satu kesalahan umum adalah mencampur dana pendidikan dengan tabungan lain tanpa tujuan yang jelas. Akibatnya, dana sering terpakai untuk kebutuhan lain yang terasa lebih mendesak.

Dana pendidikan idealnya:

  • punya tujuan yang jelas (untuk siapa dan kapan),
  • disimpan terpisah dari tabungan harian,
  • dan diperlakukan sebagai komitmen jangka panjang.

Dengan cara ini, keputusan keuangan sehari-hari tidak terus-menerus “mengganggu” rencana pendidikan anak.

Jangan korbankan keuangan keluarga hari ini demi masa depan

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah memaksakan dana pendidikan terlalu besar sampai mengorbankan kondisi keuangan saat ini. Orang tua jadi stres, arus kas tertekan, dan tujuan jangka pendek terbengkalai.

Dana pendidikan yang sehat adalah yang:

  • masih memungkinkan keluarga hidup dengan tenang hari ini,
  • tidak mengorbankan dana darurat dan kebutuhan dasar,
  • dan bisa disesuaikan jika kondisi berubah.

Anak membutuhkan orang tua yang stabil, bukan hanya sekolah yang mahal.

Pendidikan adalah perjalanan panjang, bukan lomba

Tidak semua keputusan pendidikan harus ditentukan sejak anak lahir. Banyak hal bisa berubah — kondisi keuangan, minat anak, bahkan sistem pendidikan itu sendiri.

Yang terpenting bukan memiliki rencana paling detail, tapi memiliki kerangka yang cukup fleksibel untuk disesuaikan seiring waktu.

Kamu tidak perlu menyiapkan segalanya sekarang.
Kamu hanya perlu mulai dengan sadar dan konsisten.

Karena dana pendidikan anak bukan tentang angka terbesar, tapi tentang kesiapan menemani mereka tumbuh tanpa tekanan finansial berlebihan.

Mau tahu kondisi keuanganmu hari ini?

Cek kesehatan keuanganmu (±5 menit). Kamu dapat ringkasan yang jelas: mana yang aman, mana yang rawan, dan langkah pertama yang paling masuk akal.

Artikel terbaru lainnya