Banyak orang merasa keuangannya “berantakan”.
Tabungan tidak bertambah, pengeluaran terasa bocor, cicilan makin menekan. Tapi ketika ditanya lebih jauh, sering kali sulit menjelaskan sebenarnya masalahnya ada di mana.
Menariknya, kondisi ini jarang terjadi karena seseorang malas, bodoh, atau tidak peduli dengan uang. Lebih sering, masalahnya sederhana: kita belum pernah benar-benar mengecek kondisi keuangan dengan cara yang tepat.
Apa sebenarnya yang dimaksud dengan cek kesehatan keuangan?
Cek kesehatan keuangan adalah proses melihat kondisi keuangan saat ini secara jujur dan utuh. Bukan untuk menghakimi diri sendiri, tapi untuk memahami posisi kita sekarang.
Tujuannya bukan langsung mencari solusi, apalagi memaksa diri untuk berubah drastis. Tujuannya lebih dasar: mengetahui mana yang aman, mana yang rawan, dan langkah paling masuk akal yang bisa dilakukan dari kondisi hari ini.
Kalau dianalogikan dengan kesehatan tubuh, cek kesehatan keuangan itu seperti mengukur tensi atau gula darah. Kita tidak langsung minum obat sebelum tahu angkanya. Kita cek dulu, baru menentukan langkah.
Kenapa langkah ini sering dilewatkan?
Karena kebanyakan orang langsung melompat ke solusi.
Begitu merasa keuangan tidak beres, yang muncul biasanya adalah kalimat seperti: “Kayaknya aku harus nabung lebih keras”, “Kayaknya aku harus investasi”, atau “Mulai bulan depan harus stop jajan”. Semua terdengar masuk akal, tapi sering kali tidak bertahan lama.
Tanpa tahu kondisi awal, solusi apa pun terasa berat. Nabung jadi menyiksa, investasi jadi menakutkan, dan perubahan terasa seperti hukuman. Padahal masalahnya bukan di niat, tapi di tidak adanya peta.
Cek kesehatan keuangan membantu kita berhenti menebak-nebak.
Mulai dari tiga hal paling mendasar
Untuk mengecek kondisi keuangan, kamu tidak perlu laporan rumit atau rumus keuangan yang bikin pusing. Ada tiga hal sederhana yang bisa jadi titik awal.
Pertama adalah sisa bulanan. Ini adalah selisih antara penghasilan dan seluruh pengeluaran rutin. Angka ini sering diabaikan, padahal justru paling jujur. Kalau setelah semua pengeluaran masih ada sisa, berarti keuanganmu punya ruang bernapas. Kalau nol, artinya kamu hidup pas-pasan. Dan kalau minus, itu tanda awal yang perlu diperhatikan serius.
Banyak orang merasa “nggak bisa nabung”, padahal masalah utamanya bukan soal menabung, tapi karena mereka tidak pernah benar-benar tahu sisa uangnya berapa.
Kedua adalah dana darurat. Dana darurat bukan soal nominal besar, tapi soal berapa bulan biaya hidup yang bisa ditopang kalau penghasilan terganggu. Satu bulan atau kurang biasanya sangat rawan. Dua sampai tiga bulan masih rentan. Empat sampai enam bulan mulai terasa aman. Di atas itu, biasanya sudah cukup memberi ketenangan.
Dana darurat bukan untuk membuatmu kaya, tapi untuk membuatmu tidak panik saat hidup tidak berjalan sesuai rencana.
Ketiga adalah beban cicilan. Cicilan sering terasa normal karena “semua orang juga punya”. Tapi yang perlu dilihat adalah porsinya terhadap penghasilan. Secara umum, cicilan yang sehat berada di kisaran maksimal sepertiga dari penghasilan bulanan. Ketika cicilan mulai membuatmu sesak tiap gajian, takut membuka rekening, atau sulit memikirkan masa depan, itu tanda bahwa masalahnya bukan hanya di angka, tapi juga di beban mental.
Kapan kondisi keuangan bisa dibilang tidak sehat?
Tidak ada satu angka sakti yang berlaku untuk semua orang. Tapi ada pola yang bisa dikenali.
Kalau kamu sering kehabisan uang sebelum akhir bulan, tidak punya dana darurat sama sekali, cicilan terasa menekan, dan setiap pembicaraan soal uang memicu stres, kemungkinan besar kondisi keuanganmu memang sedang tidak sehat.
Dan ini penting untuk ditegaskan: itu bukan kegagalan. Itu hanya tanda bahwa kamu perlu berhenti sebentar dan melihat kondisi dengan lebih jernih.
Cek dulu, baru atur
Banyak orang gagal mengatur keuangan bukan karena kurang disiplin, tapi karena langsung berlari tanpa tahu titik start-nya di mana. Mereka menetapkan target yang terlalu jauh dari kondisi nyata, lalu lelah di tengah jalan.
Cek kesehatan keuangan membantu kamu membuat perubahan yang lebih manusiawi. Target jadi lebih realistis. Langkah terasa lebih ringan. Dan yang paling penting, kamu tidak merasa sendirian atau “tertinggal”.
Kamu tidak harus langsung rapi.
Kamu hanya perlu jujur pada kondisi sekarang.
Kalau kamu mau versi yang lebih cepat dan terstruktur, kamu bisa mulai dari fitur Cek Kesehatan Keuangan di terencana.id. Prosesnya singkat, bahasanya mudah dipahami, dan tujuannya satu: membantumu tahu posisi, tanpa menghakimi.




